Manusia Sering Terpaku Di Satu Pintu Dan Lupa Pintu Lainnnya Terbuka

Manusia Sering Terpaku Di Satu Pintu Dan Lupa Pintu Lainnnya Terbuka

Hidup itu menarik, dan kadang lucu. Apalagi saat kita sedang mencintai, rasanya semua begitu sempurna. Begitu mudah, dan rasanya ada energi lebih dalam tubuh. Tapi saat kita berduka, seketika rasanya semua hancur, dan tidak ada semangat lagi dalam diri. Dan saat kita sedang fokus pada orang-orang yang kita cintai, tapi saat kita kenapa-kenapa, beberapa di antara mereka sibuk dengan urusan mereka. Dan malah orang yang tidak terduga yang datang mengkhawatirkan kita.

Manusia Sering Terpaku Pada Satu Pintu Sampai Lupa Ada Pintu Lainnnya Terbuka Untuknya

Kadang saat kita terlalu terpaku pada beberapa orang, ternyata ada orang-orang lain yang begitu peduli pada kita tanpa kita sadari. Itulah sikap manusia. Terlalu mengharapkan cinta pada orang tertentu, padahal ada orang lain yang memberikan cinta mereka tulus pada kita. Tapi kita tidak melihatnya. Dan akhirnya penyesalan lah yang datang di akhir. Dengan segala pemikiran, kenapa saya tidak sadar sedari dulu. Tapi mau dikatakan apalagi. Semuanya sudah terjadi. dan tidak ada yang perlu disesali. Cukup jalani dan nikmati proses.

Maka penting sekali untuk kita untuk siapkan waktu, untuk me time, dan berpikir. Berpikir jernih, buka segala sudut pandangmu. Sehingga anda bisa melihat dari segala arah. Saat anda terlalu terpaku pada seseorang, atau orang-orang tertentu. Cobalah untuk melihat sekitar anda. Saat anda merasa tidak berarti dan tidak di harapkan, kadang ada saja yang mempedulikan kita, tapi kita tidak mengharapkan orang itu, sehingga anda tidak merasakan apa-apa. Dan jangan sampai sikap ini membuat anda menyesal di akhirnya.

Penting untuk menjadi seseorang yang tulus apa adanya, tanpa mengharapkan kembali atau balasan. Sehingga saat anda melakukan suatu kebaikan tanpa berekspektasi, disitulah anda akan mendapatkan banyak kejutan. Dan anda juga tidak akan takut kecewa saat anda melakukan sesuatu dengan tulus tanpa ekspektasi. Tanpa khawatir akan terluka atau dikecewakan. Jadi belajarlah untuk melakukan kebaikan tanpa mengharapkan kembali atau dibalas kebaikanmu. Jika ada yang membalas kebaikanmu ya syukur, jika tidak ya sudah.